Skip to main content

OneRepublic FF Part 5



THE MEANING OF MUSIC FOR ME
Brent’s
“Feel Again saja yang jadi video klip pertama kita untuk Native ini.” Ujar Ryan ketika kami sedang meeting untuk menentukan video pertama kami. “Aku setuju, lagu ini akan bagus dan laku kok, aku saja suka.” Ujar Drew. “Baiklah, jika Drew setuju, aku jawab ya.” Ujarku menyetujui. “Ahh, kau ini Brent, yasudah aku juga.” Jawab Eddie selanjutnya. “Zach ?” ujar Ryan bertanya. “Jika kau jawab tidak, kau pasti kalah, hahaha.” Ledek Eddie. Zach terlihat berpikir. “Aku tidak…” ujar Zach menggantung kalimat. “Tidak apa ?” tanya Ryan penasaran. “Kau tidak akan menang jika menjawab tidak.” Jawabku serius. “Aku tidak menolaknya.” Kami pun tertawa dan mendorong pelan Zach. “Ahh, kau bercanda saja sih.” Ujar Ryan. Muka kami kembali serius.
Musik bagi kami berlima adalah sebuah yang berharga. Sebuah hal yang tidak akan bisa lepas dari hidup kami. Aku sendiri. Backgroundku memang music. Ibukulah yang pertama kali mengajarkan piano kepadaku. Ryan juga, dengan ayahnya dia belajar Piano. Zach, sudah bisa memaikan gitar secara otodidak. Datanglah Eddie dan Drew dengan background yang hampir sama. Kami sudah berteman sejak tahun 2002. Pertama memang Zach dan Ryan lah yang membangun semua ini. Datanglah aku, Drew dan Eddie. Kami bergabung. Dari album pertama dan kedua, dan sekarang kami akan membuat album ketiga. Tak terasa kebersamaan kami yang di belenggu sebuah kehidupan di music yang membuat kami selalu betah untuk tinggal di kehidupan music ini.

Rose’s
“Anna, you came and asked me girl, to set you free girl, you say he loves you more than me, so I will set you free, go with him..” aku menyanyikan sebuah lagu “Anna” yang di nyanyikan band The Beatles. The Beatles telah mengingatkanku pada Dad. Dad memberikan aku virus music sejak ku kecil. Dia mengajarku untuk bermain alat – alat music. Memang di rumah aku hanya punya gitar dan piano. Tapi aku berusaha untuk memainkannya secara apik.
Sampai sekarang music telah mengalir dalam darahku. AKu ingat ketika aku duduk di bangku SMP aku menyanyi sendiri di depan teman – temanku. Ketika SMA aku punya band. Tapi aku tidak pernah berani untuk memeberikan demoku ke studio rekaman. Aku tidak cukup percaya diri untuk melakukan hal itu. Aku hanya ingin music itu bisa membuatku tenang. Makanya setiap hari pasti aku mendengarkan music. Aku juga pernah bilang bahwa tanpa music mungkin aku bisa gila. Jadi arti music itu sangat berarti bagiku.
Aku jadi rindu Dad. Rindu ketika aku ngejam bersama dirinya. Sekarang di Denver, aku mau ngejam sama siapa ? Gitarku juga aku tinggal di San Franc. Makanya ketika toko lagi sepi aku juga sering curi – curi waktu untuk bermain gitar atau keyboard agar tanganku tidak terlalu kaku karena terlalu lama menganggur untuk bermain alat music.

Comments

Popular posts from this blog

OneRepublic FF Part 1

COLORADO IN THE MORNING Rose’s “Huuaaaahhhh” bangunlah aku dari tidurku yang cukup lama ini. Hari ini sudah dua hari aku di Denver, Colorado setelah berpindah dari San Fransisco. Aku cukup lelah, masih lelah dengan semuanya. Tubuhku, hatiku dan semuanya. Ayahku bilang janganlah kau memikirkan terus masalah yang terjadi pada keluarga kita, ini bukanlah masalah, ini adalah ujian. Ujian, ya mungkin memang Dad bisa menangani semuanya, tapi aku ? Apa yang aku harus lakukan dengan hidupku dan hatiku. Akhirnya aku memutuskan untuk hijrah ke Denver Colorado, mencari apa yang aku inginkan. Aku hanyalah lulusan Senior High School yang tidak terlalu terkenal di San Fransisco. Jujur saja, memikirkan San Fransisco hanya membuatku sedih. Aku dan Mom, kita sudah berpisah, dan pastinya tidak akan pernah bertemu lagi, untuk SELAMANYA. Mungkin tulisannya perlu di perbesar atau di garis bawahi ya. Rencanaku hari ini adalah pergi ke toko buku, mencari Koran terbaru, mencari pekerjaan baru, dan ...

OneRepublic FF Part 3

LOOKING FOR A NEW JOB Brent’s “I would runaway…. I would runaway with you..” Lagu Runaway dari The Corrs mengalun indah yang diputar di salah satu radio di Denver. Aku suka sekali lagu ini. Terkadang aku berpikir, bisakah aku bisa lari dengan seseorang yang aku cintai nantinya. Berlari membangun cinta kami yang bersatu, menjalani semuanya secara bahagia. “Hey Brent, jangan bengong saja kau, cepatlah mengemas barang – barangmu kita harus ke bandara untuk terbang ke London.” Ujar Drew mengangetkanku. “Iya sebentar, sabar sedikit, aku sedang menikmati lagu ini.” Ujarku sambil menenangkan Drew. “Tapi kan kau bisa mendownloadnya nanti.” Ujar Ryan sambil memberi sebuah map. Map itu berisi beberapa surat dan lirik yang dibuat Ryan. “Kita akan mengedit lagu – lagu tadi untuk album Native. Jangan lupa bawa peralatan yang aku bilang semalam.” Ujarnya padaku. “Siap.” Ujarku singkat. Pengepakan selesai. Aku menutup tas koperku. Cukup penuh. Aku saja sampai bingung semua ini bisa penuh, ...