Skip to main content

OneRepublic FF Part 20



NATIVE

Brent’s

Hari ini Rose pulang. Hari ini juga Native keluar di pasaran. Hari ini juga aku merasa kesepian dan merasa kalau janjiku tak bisa aku tepati untuknya karena seorang yang sialan menurutku. Hari ini aku bersiap untuk launching Native bersama seluruh Member. Aku mempersiapkan peralatan musikku. Karena kami juga akan manggung setelah melaunching Native.
“Sudah siap ?” ujar Ryan. Aku pun tak menjawab. Eddie yang menjawab. “Sudah, sudah siap semua.” “Baiklah ayo kita berangkat.” Sambung Drew. “Ayo Brent, semangatlah..” ujar Zach padaku. Memang Zach yang tahu tentang masalahku. “Yap. Aku akan coba.” Ujarku padanya. Kami pun berangkat.

Setelah perjalanan satu jam menuju venue, kami pun sampai. Venue cukup ramai. Banyak fans yang sudah menunggu. Sudah siap juga aku dengan tour America.
“Terima kasih telah datang semuanya. Native hari ini resmi di luncurkan.” Ujar Ryan sambil menyapa para fans kami. Aku tersenyum. Aku teringat Rose lagi. Diantara para penonton aku seperti melihat sosok Rose. Tapi mungkin hanya halusinasiku saja. Kami pun melanjutkan konser kami malam itu.

Rose’s

Malam ini adalah malam yang besar untuk Brent. Native keluar hari ini. Aku sebenarnya ingin memberinya selamat tapi aku belum menghubunginya sama sekali sejak kami putus. Atau menurutku aku lah yang memulai kami untuk putus. Aku terpaksa putus dari dia. Terpaksa, tapi hati ini masih mencintainya.
“Sudah semua Rose ?” ujar Dad tiba – tiba dan membuyarkan lamunanku. “Hah ? Dad. Oh ya sudah semua kok, tinggal diangkat saja koperku. Aku mohon bantuanmu Dad.” Ujarku padanya. Ketika aku berdiri Dad tiba – tiba duduk. “Kenapa kau duduk ? Masih ada perlu denganku ?” ujarku padanya. “Duduklah Rose, aku ingin bicara padamu sebelum pergi.” Ujar Dad dengan wajah serius.
“Kenapa Dad ? Ada masalah ?” ujarku bertanya. Kami duduk berdua bersandingan. “Aku akan merindukanmu lagi, karena kau lah yang aku punya satu – satunya.” Ujarnya agak bergetar dengan suaranya, yang aku pikir ia akan menangis. “Ya Dad, aku tahu, tapi aku harus kembali, aku masih punya tanggung jawab.” Ujarku sambil memeluk Dad. “Dad mengerti akan hal itu. Tapi jangan lupa ya untuk selalu menghubungiku jika kau punya waktu kosong. Jaga kesehatanmu. Aku disini selalu mencemaskanmu. Oh iya, apa kau dapat pacar disana ?” ujarnya tiba – tiba. Aku langsung melepas pelukanku dari Dad. Dad melihatku heran. Aku jadi teringat Brent lagi. “Hmm, kami sudah tidak bersama. Tapi itu bukanlah masalah bagiku. Aku masih ingin sendiri.” Ujarku singkat. “Baiklah jika kau tidak mau cerita panjang lebar. Dad mengerti. Yasudah, kita berangkat sekarang, aku tidak mau kau ketinggalan pesawat.” Ujar Dad. Ahh, Dad memang selalu mengerti hatiku. Mengerti kalau aku tidak mau mengingat Brent lagi. Aku tahu aku jahat. Tapi ini aku harus lakukan, semua ini juga demi Brent. “Aku siap Dad.” Senyumku padanya lalu aku berangkat. Denver, aku datang lagi.

Brent’s

Sudah sampai belum ya Rose. Aku ingin cepat ke flatnya. Ah, tapi ini sudah malam, lebih baik aku tidur saja, besok sore baru aku ke  flatnya. Rose, jika kau bisa merasakan hatiku, hatiku ini sangat merindukanmu. Merindukan tawamu, kelembutanmu. Aku ingin meraihmu tapi tak bisa.

Comments

Popular posts from this blog

OneRepublic FF Part 5

THE MEANING OF MUSIC FOR ME Brent’s “Feel Again saja yang jadi video klip pertama kita untuk Native ini.” Ujar Ryan ketika kami sedang meeting untuk menentukan video pertama kami. “Aku setuju, lagu ini akan bagus dan laku kok, aku saja suka.” Ujar Drew. “Baiklah, jika Drew setuju, aku jawab ya.” Ujarku menyetujui. “Ahh, kau ini Brent, yasudah aku juga.” Jawab Eddie selanjutnya. “Zach ?” ujar Ryan bertanya. “Jika kau jawab tidak, kau pasti kalah, hahaha.” Ledek Eddie. Zach terlihat berpikir. “Aku tidak…” ujar Zach menggantung kalimat. “Tidak apa ?” tanya Ryan penasaran. “Kau tidak akan menang jika menjawab tidak.” Jawabku serius. “Aku tidak menolaknya.” Kami pun tertawa dan mendorong pelan Zach. “Ahh, kau bercanda saja sih.” Ujar Ryan. Muka kami kembali serius. Musik bagi kami berlima adalah sebuah yang berharga. Sebuah hal yang tidak akan bisa lepas dari hidup kami. Aku sendiri. Backgroundku memang music. Ibukulah yang pertama kali mengajarkan piano kepadaku. Ryan juga, deng...

OneRepublic FF Part 1

COLORADO IN THE MORNING Rose’s “Huuaaaahhhh” bangunlah aku dari tidurku yang cukup lama ini. Hari ini sudah dua hari aku di Denver, Colorado setelah berpindah dari San Fransisco. Aku cukup lelah, masih lelah dengan semuanya. Tubuhku, hatiku dan semuanya. Ayahku bilang janganlah kau memikirkan terus masalah yang terjadi pada keluarga kita, ini bukanlah masalah, ini adalah ujian. Ujian, ya mungkin memang Dad bisa menangani semuanya, tapi aku ? Apa yang aku harus lakukan dengan hidupku dan hatiku. Akhirnya aku memutuskan untuk hijrah ke Denver Colorado, mencari apa yang aku inginkan. Aku hanyalah lulusan Senior High School yang tidak terlalu terkenal di San Fransisco. Jujur saja, memikirkan San Fransisco hanya membuatku sedih. Aku dan Mom, kita sudah berpisah, dan pastinya tidak akan pernah bertemu lagi, untuk SELAMANYA. Mungkin tulisannya perlu di perbesar atau di garis bawahi ya. Rencanaku hari ini adalah pergi ke toko buku, mencari Koran terbaru, mencari pekerjaan baru, dan ...

OneRepublic FF Part 26

MISSING HIM SO MUCH Rose’s Hari ini tepat 2 bulan Brent tour dunia. Aku suka mencuri – curi waktu untuk membuka video Brent dan OneRepublic manggung. Aku tahu ini tidak baik. Tapi mau bagaimana lagi, aku sangat merindukan dirinya. Rasanya aku ingin sekali menghubungi Brent. Aku mengambil Iphoneku dan mencari cari kontak bernama Brent. Aku melihat disitu terdapat nama dan nomornya. Aku ingat ketika 2 bulan yang lalu aku melihat banyak sekali miscall dan sms darinya. Tapi aku sama sekali tak berani untuk membalasnya. Jujur saja aku tersenyum melihat sms dan miscall itu. Tanda bahwa Brent masih punya rasa padaku. Tapi aku sudah punya seseorang. Seseorang itu Daniel. Tapi kadang aku tak bisa membohongi diriku ini kalau aku masih punya rasa yang terdalam pada Brent. Aku nya mungkin yang munafik. Aku mencoba mengirim sms bertuliskan. “Semangat ya! J ” begitulah, lalu aku memencet tombol send. Terkirim. Aku senang sekali. Tapi tak langsung dibalas. Mungkin sibuk. Brent jujur ...