Skip to main content

Seperti Tong Kosong

Pagi ini ku terdiam
Terpikirkan seseorang yang membuatku muak
Memang mungkin aku terlihat berlebihan
Tapi inilah kenyataannya

Ada seseorang yang membuatku terpana
Terpana dalam artian yang berbeda
Dia terlalu banyak bicara
Tapi sedikit aksi yang dilakukannya

Orang bilang dia pasti tong kosong yang nyaring bunyinya
Aku berpendapat demikian
Dikala orang lebih diam dan mengamati sekitar
Tapi dirinya malah banyak bicara
Kosong, kosong isi otaknya
Aku bukan mencaci, menyindir dirinya
Tapi itulah kenyataannya

Disaat siang berganti malam
Awan berjalan beriringan begitu indahnya
Mereka adalah makhluk makhluk yang tidak banyak bicara
Mereka lebih banyak mendengar
Jikalau mereka bisa bicara
Pasti mereka akan sangat sebal terhadap orang orang seperti tong kosong nyaring bunyinya

Aku bukannya belum berkaca
Tapi kita ini sudah besar
Kita pasti bisa berkaca tanpa harus ditegur oleh orang orang
Aku hanya bisa diam melihat tingkahnya
Aku tak berhak melawan
Tapi, aku selalu berdoa agar dia tersadar
Tersadar bahwa hal yang berlebihan seperti itu tak bisa dipertahankan
Bagaimana denga hidupnya kelak?

Comments

  1. Bukan masalah banyak atau sedikitnya bicara, perbandingan antara bicara dengan aksinya tetapi isi bicaranya. :)
    Banyak orang yang mengubah dunia dengan bicaranya, bicara sendiri sudah merupakan sebuah aksi :)

    ReplyDelete
  2. Iya, tapi kalau bicaranya tak berisi? Pikiran orang berbeda beda :-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

OneRepublic FF Part 5

THE MEANING OF MUSIC FOR ME Brent’s “Feel Again saja yang jadi video klip pertama kita untuk Native ini.” Ujar Ryan ketika kami sedang meeting untuk menentukan video pertama kami. “Aku setuju, lagu ini akan bagus dan laku kok, aku saja suka.” Ujar Drew. “Baiklah, jika Drew setuju, aku jawab ya.” Ujarku menyetujui. “Ahh, kau ini Brent, yasudah aku juga.” Jawab Eddie selanjutnya. “Zach ?” ujar Ryan bertanya. “Jika kau jawab tidak, kau pasti kalah, hahaha.” Ledek Eddie. Zach terlihat berpikir. “Aku tidak…” ujar Zach menggantung kalimat. “Tidak apa ?” tanya Ryan penasaran. “Kau tidak akan menang jika menjawab tidak.” Jawabku serius. “Aku tidak menolaknya.” Kami pun tertawa dan mendorong pelan Zach. “Ahh, kau bercanda saja sih.” Ujar Ryan. Muka kami kembali serius. Musik bagi kami berlima adalah sebuah yang berharga. Sebuah hal yang tidak akan bisa lepas dari hidup kami. Aku sendiri. Backgroundku memang music. Ibukulah yang pertama kali mengajarkan piano kepadaku. Ryan juga, deng...

OneRepublic FF Part 1

COLORADO IN THE MORNING Rose’s “Huuaaaahhhh” bangunlah aku dari tidurku yang cukup lama ini. Hari ini sudah dua hari aku di Denver, Colorado setelah berpindah dari San Fransisco. Aku cukup lelah, masih lelah dengan semuanya. Tubuhku, hatiku dan semuanya. Ayahku bilang janganlah kau memikirkan terus masalah yang terjadi pada keluarga kita, ini bukanlah masalah, ini adalah ujian. Ujian, ya mungkin memang Dad bisa menangani semuanya, tapi aku ? Apa yang aku harus lakukan dengan hidupku dan hatiku. Akhirnya aku memutuskan untuk hijrah ke Denver Colorado, mencari apa yang aku inginkan. Aku hanyalah lulusan Senior High School yang tidak terlalu terkenal di San Fransisco. Jujur saja, memikirkan San Fransisco hanya membuatku sedih. Aku dan Mom, kita sudah berpisah, dan pastinya tidak akan pernah bertemu lagi, untuk SELAMANYA. Mungkin tulisannya perlu di perbesar atau di garis bawahi ya. Rencanaku hari ini adalah pergi ke toko buku, mencari Koran terbaru, mencari pekerjaan baru, dan ...

OneRepublic FF Part 26

MISSING HIM SO MUCH Rose’s Hari ini tepat 2 bulan Brent tour dunia. Aku suka mencuri – curi waktu untuk membuka video Brent dan OneRepublic manggung. Aku tahu ini tidak baik. Tapi mau bagaimana lagi, aku sangat merindukan dirinya. Rasanya aku ingin sekali menghubungi Brent. Aku mengambil Iphoneku dan mencari cari kontak bernama Brent. Aku melihat disitu terdapat nama dan nomornya. Aku ingat ketika 2 bulan yang lalu aku melihat banyak sekali miscall dan sms darinya. Tapi aku sama sekali tak berani untuk membalasnya. Jujur saja aku tersenyum melihat sms dan miscall itu. Tanda bahwa Brent masih punya rasa padaku. Tapi aku sudah punya seseorang. Seseorang itu Daniel. Tapi kadang aku tak bisa membohongi diriku ini kalau aku masih punya rasa yang terdalam pada Brent. Aku nya mungkin yang munafik. Aku mencoba mengirim sms bertuliskan. “Semangat ya! J ” begitulah, lalu aku memencet tombol send. Terkirim. Aku senang sekali. Tapi tak langsung dibalas. Mungkin sibuk. Brent jujur ...